tetetete

tetetetet

What’s about Love?

Back there when i was a know-nothings kid, someone had asked me;

“Do you ever fall in love?”

I shaked my head and said;

“Never!”

“Why?” He asked again.

“Because i hate be in love. I hate be with girls. They just troublesome!”

That guy nodded his head and left me.

Now i am 19. And my life is full of love. Only my definion of love is differrent with my kid’s mind.

Love is not just with girls. They only a small crumbs of love. Love have a very big meaning.

My love now is for Allah, Rasulullah, my mother, my mother, my mother. And then my father. Also all muslim citizens around the world.

p/s:my english is very bad. Sorry ekk..

Seteguh Bulan

Aku memandang ke langit malam. Indah sekali panoramanya. Aku seolah-olah tenggelam di dalam lautan keindahannya. Tiada bait kata-kata yang boleh menggambarkannya. Tapi biarlah aku hadiahkan sebuah puisi picisan sebagai simbolik kepada kekagumanku kepada keindahan langita malam ciptaan Allah S.W.T yang maha agung.

indah langit malam itu
membuatkan senyumku murah
dalam pelukan bulan dan bintang
seisi sukmaku turut tersenyum
awan berbaki jadi saksinya
andai ruang hidupku sebegini indah
akan kupahat utuh memorinya
agar bisa selalu
senyumku bersedekah
dukaku mengalah

Puisi di atas sekadar ilham sepintas lalu yang mampir ke teratak mindaku. Kalau tak tulis sekarang, nanti terbang menerawang meninggalkan kotak ingatanku. Storan ruang-ingatku bukanlah besar sangat. Maklumlah pemalas. Takde masa nak tambah ram(baca:ilmu) untuk meng-efisyen-kan proses kotak-fikirku. Aduhai, lemahnya hambamu yang seorang ini, ya Allah. Ampuni daku.

Ok..back on the topic. Tentu sekali kita pernah menikmati keindahan panorama pada waktu malam. Ketika itu udaranya nyaman dan aman sekali. Pandangan kita menjadi luas, lebih-lebih lagi jikalau lensa mata dihalakan ke dada langit. Awan yang menempel pada dada langit adakalanya hanyalah tompok-tompok kecil dan adakalanya pula umpama segerombolan biri-biri yang bergerak perlahan menyelusuri kembara malam.

Tentu juga kita pernah mendepani bulan yang menempati kota langit. Indah sekali bukan? Apatah lagi tatkala bulan itu mengambang. Lebih lagilah indahnya. Manakan tidak, orang kebanyakan menggambarkan kecantikkan wajah seseorang dengan bulan sehinggakan terbitlah sajak tentang bulan, syair tentang bulan, peribahasa berkaitan bulan. Bahkan ada parti politik di tanah air kita menjadikan bulan sebagai logo atau lambang bendera parti.:)

Namun, di sebalik pujian bertandang, ada juga kedengkian menyerang. Bukan selalu bulan itu mengambang indah di dada langit. Ada masanya kehadiran awan gelap sebagai antagonis menutupi keindahan bulan. Tidak tentu tempohnya. Adakanya seketika cuma dan adakalanya begitu lama.

Walau dilitupi awan gelap, bulan tetap bulan. Sesekali tidak akan menjadi matahari. Oleh kerana ia adalah bulan, disebalik tabir awan gelap yang menggulung tebal, bulan tetap memancarkan sinarnya menyimbahi alam jagat. Di sebalikkerumitan yang mengurungnya, bulan setia dengan tugasnya-menerangi kehidupan malam. Bulan teguh mencurahkan keringat cahayanya walaupun simbahan sinarnya diperangi laskar awan gelap. Kerana keteguhannya itulah, hidupan bumi mampu melihat sana sini meskipun bahang sinar cahayanya cuma sedikit.

So, apa pengajarannya? ketuk pintu akal, tanyalah encik minda.

p/s:Perumpamaan baru ciptaanku-Teguh seperti bulan.🙂

Ilal liqo’i ekk..

Puisi:Duka suka hati

aku seorang yang sopan..

Salam ukhwah wa muhibbah…

Ini peristiwa di pagi raya. Ketika itu seluruh anggota keluarga sebelah ayah aku berkumpul di rumahku. Masing-masing melaram dengan baju raya mereka. Aku sahaja yang pakai baju raya dua tahun lepas. Bukannya takdak duit nak beli baju baru tapi aku malas nak pergi beli. Lagipun baju baru aku dah berlambak.

Umi dan ayah sudah tidak menang tangan-meyediakan laksa -di dapur. Aku segera ke dapur membantu yang mana patut. Usai menjamu tetamu(saudara mara aku la), tibalah giliran aku pula melahap. Oleh kerana semalam aku dah mengisi perut dengan kuah laksa penang buatan ayah, kini kuah laksa lemak hasil air tangan umiku tersayang pula menjadi idaman nafsu makanku.

Aku tidak makan sendirian. Senaliknya aku ditemani Pok Him(pak saudaraku), mak cik Ti(isteri Pok Him) dan anak-anaknya-be Alif, dik Aini dan kakak. Dek kerana kakiku yang sengal-sengal, aku menukar posisi dudukku-bersimpuh ala gadis melayu.

Umi yang sedang mengangkat kuah laksa ke ruang tamu memangdangku sambil berkata;

“Huh, berjurusnya Apik duduk..”

Aku tersengih malu. Mak Cik Ti juga begitu. Pok Him sudah lama angkat kaki ke ruang tamu berbual dnegan tetamu yang ada. Aku masih mengekalkan posisi dudukku. Mak Cik Ti bersuara;

“Hehe..dik Aini pun tersenyum”

Segera aku mengacukan bola mataku ke arah dik Aini yang sedang menyorok di balik dinding sambil  terseyum manis.

Alamak, dik Aini tersenyum kat aku..happy nya..

TAMAT..

*Berjurus:Bersopan

Salam Eidulfitri ekk..

Salam ukhwah fillah..

Just nak ucapkan Selamat menyambut HAri Raya Eidulfitri…Salah silap harap diampukan….

p/s:kad raya copy paste jer…takde mase nak design sendiri..

p/s lagi:hari aku beraya lewat sikit…ayah aku kena kerja pagi ni…petang baru jalan-jalan.:)

Seindah hijau itu

Assalamualaikum w.b.t….

Tengah syok meronda-ronda dalam internet tadi, singgah sekejap di portal ukhwah.com. Belek punya belek, terbacalah daku akan satu artikel yang sangat menarik. Jadi aku pun menggunakan kemudahan Alt+c dan Alt+v di keyboard untuk copy paste. Ingat! bukan aku yang tulis artikel ini, penulisnya adalah wafa_mawaddah. Kredit adalah untuk dirinya.

=====================================================================

“Ada banyak kata “hijau” di dalam ayat-ayat
Al-Qur’an dan menjelaskan akan keadaan penghuni
jannah ataupun segala yang ada disekelilingnya,
berupa kenikmatan, suasana, kesenangan, ketenangan
jiwa. Kita mendapati di dalam surat Al-Rahman:

“Mereka bertelekan (bertelekan: tiduran
menyamping, tubuh lurus, dengan salah satu
tangannya dilipat dan telapak tangannya menyangga
kepala -pent) di atas bantal-bantal yang
hijau dan
permadani yang indah”

(QS. Al-Rahman: 76)

“Mereka mengenakan pakaian sutra halus yang hijau,
dan sutra tebal, serta dipakaikan gelang dari
perak kepada mereka. Dan Rabb mereka memberi minum
mereka dengan minuman yang suci”

(Q.S. Al-Insan: 21)

Mereka mengenakan pakaian sutra halus yang hijau
dan sutra tebal
”                                                                                                                                            (Q.S. Al-Kahf: 31)

Salah seorang pakar psikologi, Ardatsham, mengatakan

“Sesungguhnya pengaruh warna terhadap manusia
sangat besar, dan saya pernah melakukan sejumlah
penelitian dan menjelaskan bahwa warna berpengaruh
terhadap kejiwaan dan semangat serta vitalitas
kita; merasa panas; atau dingin; atau nyaman; atau
bahagia; bahkanbisa berpengaruh terhadap
kepribadian seseorang dan berpengaruh terhadap
menyikapi kehidupan.

Dan warna bias menjadi sebab relung jiwa yang
dalam terpengaruh dengannya. Sebuah rumah sakit
pernah mengundang sejumlah pakar untuk memberikan
saran bagi warna dinding ruang pasien atau warna
dinding rumah sakit, sehingga bisa banyak membantu
dalam mengobati mereka. Rumah sakit juga meminta
saran tentang warna yang terbaik untuk pakaian
pasien. Sejumlah percobaan telah membuktikan bahwa
warna kuning bisa membangkitkan semangat di syaraf
pusat. Adapun warna ungu bisa membangkitkan
ketenangan.

Adapun warna biru, maka orang yang melihatnya akan
merasa dingin. Sebaliknya, warna merah maka orang
akan merasa panas atau gersang. Dan para pakar
tersebut mengatakan bahwa warna yang bisa
membangkitkan kebahagiaan, gembira, bersemangat
hidup (bergairah) adalah warna hijau.

Oleh karena itu, warna yang utama dan sesuai untuk
kamar atau ruang operasi, pakaian para ahli bedah
dan pakaian pasien adalah warna hijau. Sebuah
pengalaman unik akan kami kemukakan di sini bahwa
ada sebuah pengalaman yang terjadi di London,
Inggris, di kawasan Black Fryer yang dikenal
dengan “kawasan bunuh diri” karena mayoritas
kejadian bunuh diri banyak terjadi di kawasan ini.
Kemudian diadakan perubahan warna dari warna gelap
gurun ke warna hijau metalik. Denganhal ini
ternyata terjadi penurunan jumlah kejadian bunuh
diri dengan sangat signifikan. Warna hijau juga
bisa menjadikan pandangan mata nyaman.

Rujukan:

Kitab: Ma’a Al-Thib fii Al-Qur’an Al-Karim,

dari. Abdul Hamid Diyab, dari. Ahmad Qarquz,
Mu’assasah Ulum Al-Qur’an, Dimasyq.

Sumber artikel di sini.

nota kaki:Terbukti pilihanku selama ini tepat sekali…:)


Arkib